Showing posts with label Refleksi Kota. Show all posts
Showing posts with label Refleksi Kota. Show all posts

Perubahan-Perubahan Acara Gaung Bandung

Banyak perubahan terjadi di acara Gaung Bandung. Untuk lebih jelasnya, silakan simak slide di atas atau kunjungi halaman ini.

Rangkaian acara Gaung Bandung yang terdekat adalah acara Gaung Ganeca. Acara Gaung Ganeca kini telah berganti nama menjadi Pameran Gaung Bandung, mengingat nama Gaung Bandung yang kini mulai dikenal oleh masyarakat kota Bandung.

Acara Pameran Gaung Bandung akan dilaksanakan pada tanggal 13 November 2011. Acara ini memiliki beberapa rangkaian acara yang menarik, diantaranya Pameran "Bandung Dulu, Kini , dan Selamanya", Pameran "Teko Bandung ka Surabaya", Pameran Gaung Ganeca, performance komunitas, acara launching buku Gaung Ganeca, dan Time Capsule surat cinta untuk Bandung . Acara pameran ini akan dilaksanakan di Car Free Day – Dago, pada pukul 06.00-10.00.

Pameran Bandung, Dulu, Kini, dan Selamanya yang telah dilaksanakan di Paris Van Java resort lifestyle place dirasa telah menyedot perhatian masyarakat berdasarkan respon yang kami terima. Oleh karena itu kami ingin melaksanakan Pameran Bandung Dulu, Kini, dan Selamanya sekali lagi di Car Free Day.

Tidak hanya itu Acara Pameran Gaung Bandung juga menapilkan 2 pameran lagi, yaitu Pameran teko Bandung ka Surabaya dan Pameran Gaung Ganeca. Pameran teko Bandung ka Surabaya merupakan pameran lanjutan dari pameran sebelumnya. Pameran teko Bandung ka Surabaya ini merupakan pameran kolaborasi dari IMA-Gunadharma, HIMA STHAPATI, Ibu Ramalis, dan Ibu Erika. Pameran ini diharapkan membuka mata masyarakat Bandung atas segala kesamaan dan perbedaan yang dimiliki oleh kedua kota besar ini dan bagaimana mengembangkan potensi yang dimiliki kota Bandung. Pameran Gaung Ganeca adalah pameran yang menceritakan tentang jalan ganeca dan apa yang terjadi bila jalan ganeca telah menjadi jalan yang nyaman. Pameran gaung ganeca ini, adalah bentuk besar dari buku gaung ganeca yang akan kami launching pada pameran gaung bandung. Pameran ini bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat kota bandung akan kota yang lebih nyaman, dan untuk memulai kota yang nyaman tersebut kita harus memulainya dari elemen yang lebih kecil yaitu jalan.

Launching dan performance komunitas akan diadakan di car free day dekat borromeus, hal ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan awal dalam project gaung bandung kedepannya. Surat cinta untuk Bandung merupakan upaya mengajak masyarakat kota bandung memberikan harapan untuk masa depan bandung. Acara ini tidak akan berhenti pada hari ini saja. Pameran akan dipindahkan ke dalam ITB dan pameran akan terus berjalan selama 1 minggu penuh dari tanggal 14-19 November 2011 dan ditutup dengan G-Nite (tertutup untuk umum).

G- Nite merupakan acara refleksi IMA-G selama 60 tahun kebelakang. G-Nite kali ini akan berbeda dengan G-Nite tahun-tahun sebelumnya. G-Nite kali ini akan mengundang alumni secara personal untuk mendekatkan hubungan antara massa G dengan alumni. Diharapkan acara G-Nite ini dapat menjadi sebuah acara yang unik, acara yang mempertemukan kakek dengan cucunya.

G-Nite akan dimulai dari pukul 19.00-selesai. Acara ini terdiri dari beberapa rangkaian acara seperti performance band, fashion show, best look, talent show, dan masih banyak lagi acara-acara menarik lainnya. Tema sedang dalam proses polling, tunggu kabar selanjutnya!

Park(ing) Day 16 September 2011

Park(ing) Day adalah sebuah acara yang mengundang masyarakat di manapun untuk mengubah sebuah lahan parkir menjadi lahan terbuka hijau yang dapat digunakan untuk aktivitas publik. Dimulai pertama di San Fransisco, sekarang Park(ing) Day telah diikuti oleh berbagai negara secara worldwide, di mana banyak kegiatan dapat diselenggarakan oleh berbagai masyarakat. Kegiatan-kegiatan seperti membuat taman publik, baca puisi, pentas teater, barbeque, dan berbagai macam kegiatan lainnya.

Gaung Bandung akan turut serta dalam Park(ing) Day tahun 2011 ini. Acara akan diselenggarakan pada tanggal 16 September 2011 di Jalan Braga, yang juga diikuti secara internasional oleh negara-negara luar.

Park(ing) Day ini ingin diselenggarakan sebagai semacam intervensi akan kurangnya lahan terbuka hijau di kota Bandung yang dapat digunakan oleh publik. Intervensi dilakukan dengan mengubah beberapa lahan parkir di kota Bandung menjadi lahan terbuka dengan nuansa taman hijau dan akan diselenggarakan kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan masyarakat. Di area ruang terbuka ini akan dilakukan kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan di area ruang terbuka, misalnya duduk, membaca koran, piknik, dll. Pada Park(ing) Day ini juga akan dipasang instalasi-instalasi yang akan membuka wawasan masyarakat mengenai kebutuhan akan ruang terbuka publik.

Park(ing) Day yang diselenggarakan oleh Gaung Bandung bertujuan agar masyarakat kota Bandung lebih sadar mengenai kebutuhan akan ruang terbuka publik, dengan berkumpul bersama dan melakukan berbagai macam kegiatan.

Untuk lebih lengkap, kunjungi parkingday.org

Park(ing) Time 21 Agustus 2011

Park(ing) Time hadir kembali! Kali ini di Jalan Dago.

Park = Parkir
Park = Taman
Park(ing) Time = menamankan lahan parkir

Apa itu Park(ing) Time? Pada acara ini beberapa lahan parkir di Jalan Dago (tepatnya di depan Factory Outlet Episode) akan dirubah (secara temporer) menjadi ruang terbuka publik. Di area ruang terbuka ini akan dilakukan kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan di area ruang terbuka, misalnya duduk, membaca koran, piknik, dll. Pada Park(ing) Time ini juga akan dipasang instalasi-instalasi yang akan membuka wawasan masyarakat mengenai kebutuhan akan ruang terbuka publik.

Park(ing) Time kali ini bertujuan agar masyarakat sekitar Jalan Dago lebih sadar mengenai kebutuhan akan ruang terbuka publik. Acara Park(ing) Time ini ditujukan kepada masyarakat Kota Bandung, khususnya masyarakat sekitar kawasan Jalan Dago.

Rundown acara Park(ing) Time Gaung Bandung 21 Agustus 2011
15.00 - 16.00 Komunitas pengamen jalanan
16.00 - 17.30 Komunitas pesulap Steve Marchello
17.30 - 18.00 Bagi-bagi ta'jil gratis & buka puasa bersama

Lihat juga:
Laporan Park(ing) Time 30 Juli 2011
Ilustrasi instalasi Park(ing) Time
Tentang Gaung Bandung

Laporan Park(ing) Time 30 Juli 2011


Berkumpul, masak-masak, merajut bersama, dan sketsa wajah. Semua kegiatan itu dapat terjadi dengan hanya menggunakan tiga slot lahan parkir pada acara Park(ing) Time yang diadakan di Jalan Ganeca.

Lahan parkir yang dihias dengan karpet hijau, pot tanaman, dan berbagai instalasi lainnya, membuat tempat tersebut terlihat seperti taman kecil yang dapat menjadi tempat berkumpul bersama dan beraktivitas. Dari sinilah istilah "Park Your Park Here (parkirkan tamanmu di sini)" terbentuk, yang merupakan semangat dari acara Park(ing) Time ini.

Park(ing) Time diawali dengan acara masak-masak bersama, barbeque$-an di tengah lahan parkir dan berbagi makanan dengan masyarakat sekitar. "Seru masak di luar! Coba bisa masak di luar lebih sering lagi, pasti rame," kata Ivan, seorang mahasiswa arsitektur ITB yang ikut serta masak bersama. Setelah itu, disusul dengan acara merajut bersama dengan komunitas merajut, Tobucil, di mana masyarakat bisa berkumpul dan belajar merajut bersama. Selama kegiatan berlangsung, ada juga beberapa mahasiswa Seni Rupa yang menyediakan jasa sketsa wajah untuk meramaikan suasana.

Pada acara Park(ing) Time ini, dipasang juga sebuah instalasi unik yang dapat berfungsi sebagai tempat duduk-duduk dan bersantai. Instalasi ini selain berfungsi sebagai hiasan dan tempat duduk, juga berfungsi sebagai penarik perhatian para masyarakat sehingga mereka tertarik untuk datang.

Suasana berkumpul dan beraktivitas bersama benar-benar terasa pada acara Park(ing) Time ini, sehingga terbentuk semacam intervensi akan kurangnya ruang terbuka hijau sebagai ruang publik.

Kumpulan foto-foto bisa dilihat di sini dan di sini.

Park(ing) Time 30 Juli 2011

Park = Parkir
Park = Taman
Park(ing) Time = menamankan lahan parkir

Acara Park(ing) Time -yang akan berganti nama menjadi Park(ing) Day khusus 16 September 2011- pada 30 Juli 2011 ini akan dilakukan di Jalan Ganeca. Acara ini adalah salah satu dari rangkaian acara Park(ing) Time dan Park(ing) Day Gaung Bandung.

Pada acara ini beberapa lahan parkir di Jalan Ganeca akan dirubah (secara temporer) menjadi ruang terbuka. Di area ruang terbuka ini akan dilakukan kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan di area ruang terbuka, misalnya duduk, membaca koran, piknik, dll. Pada Park(ing) Time ini juga akan dipasang instalasi-instalasi yang akan membuka wawasan masyarakat mengenai kebutuhan akan ruang terbuka publik.

Park(ing) Time kali ini bertujuan agar masyarakat sekitar Jalan Ganeca lebih sadar mengenai kebutuhan akan ruang terbuka publik. Acara Park(ing) Time ini ditujukan kepada masyarakat Kota Bandung, khususnya masyarakat sekitar kawasan Jalan Ganeca.

Photographed by: Ridwan Fauzi G'10

Rundown acara Park(ing) Time Gaung Bandung 30 Juli 2011
08.00 - 09.00 Persiapan
09.00 - 10.00 Pembukaan
10.00 - 12.00 Workshop memasak oleh CookinG
12.00 - 13.00 Istirahat, shalat, & makan siang
13.00 - 15.00 Workshop merajut oleh komunitas Merajut Bandung
15.00 - 17.00 Workshop sketsa oleh Sketchers
17.00 - 18.00 Penutupan

Park(ing) Time & Park(ing) Day

Park(ing) Time menyediakan ruang terbuka sementara masyarakat...

Waktu Pelaksanaan lainnya:
08.00 - 18.00 pada hari Sabtu, 30 Juli 2011
15.00 - 18.00 pada hari Minggu, 21 Agustus 2011
13.00 - 18.00 pada hari Jumat, 16 September 2011, bekerjasama dengan gerakan Park(ing) Day sedunia.

Tempat Pelaksanaan
Jalan Ganeca, Braga, Dago, dan Riau

Deskripsi Acara
Acara Park(ing) Time -yang akan berganti nama menjadi Park(ing) Day khusus 16 September 2011- ini akan dilakukan di area-area parkiran sekitar jalan kota. Pada acara ini beberapa lahan parkir akan dirubah (secara temporer) menjadi ruang terbuka. Di area ruang terbuka ini akan dilakukan kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan di area ruang terbuka, misalnya duduk, membaca koran, piknik, dll. Pada Park(ing) Time ini juga akan dipasang instalasi-instalasi yang akan membuka wawasan masyarakat mengenai kebutuhan akan ruang terbuka publik.

Tujuan Acara
Park(ing) Time bertujuan agar masyarakat sekitar lebih sadar mengenai kebutuhan akan ruang terbuka publik.

Target dan Sasaran Acara
Acara Park(ing) Time ini ditujukan kepada masyarakat sekitar kawasan tempat pelaksanaan.

Gerakan Park(ing) Day sedunia adalah puncak dari acara Park(ing) Time yang dilaksanakan pada Hari Jum'at, 16 September 2011, pukul 13:00 - 17:00 WIB di Jl. L.L. R.E. Martadinata (Riau), depan Factory Outlet Cascade

Lihat juga:

Ilustrasi Park(ing) Day

Public reinventing to reclaim our public space.
Sabtu, 30 Juli 2011
Jl. Ganesha, Bandung

Refleksi Kota


Refleksi Kota merupakan sesi pertama dari rangkaian acara Gaung Bandung, dimana di dalamnya merupakan sarana evaluasi dan penyadaran akan kondisi elemen-elemen Kota Bandung sekarang yang kurang nyaman untuk digunakan. Sesi pertama terdiri dari dua tiga buah acara, yaitu "Park(ing) Day", "RujaKota", dan "Funbike: Race by Cycling". Acara RujaKota dan Funbike dilaksanakan di satu hari yang sama, sedangkan acara Park(ing) Day akan dilakukan terlebih dahulu untuk sounding acara.

RujaKota
Waktu dan Tempat Pelaksanaan :

Minggu, 11 September 2011 - Taman Ganesha

Tahukah anda, data yang ada Bandung hanya memiliki 6.9% dari seluruh luasan kotanya yang digunakan sebagai ruang terbuka hijau, RTH yang hanya 6.9% itupun tidak dimanfaatkan dengan baik oleh warga kotanya? mengapa?

Infrastruktur kota dan kegiatan masyarakat yang bersinggungan dengan ruang terbuka publik dan ruang terbuka hijau masih sangat minim. Tidak banyak masyarakat yang beraktifitas di ruang terbuka tersebut yang notabenenya adalah ruang ruang milik mereka, kami, kita semua.
Untuk itu, RujaKota merupakan suatu gerakan, kami mewadahi masyarakat kota untuk dapat berkegiatan di ruang-ruang kota. Harapannya adalah, gerakan ini dapat menjadi pilot project bagi pergerakan masyarakat Kota Bandung khususnya untuk dapat beraktifitas di ruang kota, dengan mereka beraktifitas, mereka dapat merasakan keadaan ruang kota yang sudah ada, dengan beraktifitas dan mengetahui kondisinya, msayarakat akan memiliki rasa kepemilikan akan ruang kotanya, semua bermula dari aktifitas yang mereka lakukan.

Lalu bagaimana masyarakat dapat beraktifitas di ruang kota? dan apa keterkaitan akan aktifitas dan desain?

dengan mewadahi kegiatan masyarakat dan dengan memberikan ketertarikan masyarakat akan suatu ruang merupakan tujuan utama

"setiap desain menghasilkan perilaku masyarakat" - A. Rida Soemardi, 2011

maka dari itu, suatu ruang publik dengan elemen desain yang menjadikannya triangulasi bagi masyarakat kota akan membentuk perilaku masyarakat itu sendiri.''

Bentukan Kegiatan

bekerjasama dengan puluhan komunitas yang ada di Bandung, dan dengan meninggalkan elemen perabot ruang bagi taman itu sendiri akan menjadi poin utama acara ini.

Dibuka bersamaan dengan Race by Cycling yang ditujukan bagi komunitas sepeda dan mahasiswa itb, dengan bentukan amazing race tersebar 10 titik pemberhentian, di setiap titik membahas tentang landmark Kota Bandung, sejarah Kota Bandung, intervensi ruang publik terhadap masyarakat dan peserta. Bergerak dari potensi masyarakat Kota Bandung dan euforia masa kampus terhadap sepeda dapat menjadi kegiatan positif bagi para pecinta kereta angin ini.

Bersamaan dengan dimulainya Race by Cycling ini, di RujaKota terdapat senam pagi di Taman Ganesha dari ibu-ibu taman sari dan masyarakat umum yang dipersilahkan bergabung, feel free to join. Lalu dilanjutkan dengan hiburan musik akustik dari Komunitas Pengamen Jalanan Bandung, dan Paguyuban Seniman Jalanan Bandung.

Seluruh Taman Ganesha akan diisi oleh kegiatan-kegiatan rakyat seperti workshop dari beberapa komunitas, mulai dari workshop merajut, memasak, tie-dye, workshop membuat mainan tradisional, origami, sketsa dan melukis. Terdapat pula permainan tradisional indonesia seperti engklek, gatrik, batu 7, egrang, sorodot gaplok, kobak, ucing bancak, dan permainan tradisional lainnya dengan ditandai oleh instalasi yang sengaja kami desain agar masyarakat terajak untuk main.

Instalasi dan perabot pendukung kegiatan lainnya akan kami tinggal di taman ini dengan harapan masyarakat dapat merasakan kegiatan ini tidak hanya pada hari dilaksanakannya RujaKota saja. feel free to join, we're not an event organizer, just play, smile, fun!



Tentang Gaung Bandung

“All can see and hear each other” (The World Urban Forum 2006)
“A livable city is a city where common spaces are the centers of social life and the foci of the entire community.” (E. Salzano, 1997. Seven Aims for the Livable City)
“Livability means that we experience ourselves as real persons in the city.” (A. Casellati. 1997. The Nature of Livability)
“The livable city is a city for all people. That means that the livable city should be attractive, worthwhile, safe for our children, for our older people, not only for the people who earn money there and then go and live outside in the suburbs and in the surrounding communities. For the children and elderly people it is especially important to have easy access to areas with green, where they have a place to play and meet each other, and talk with each other. The livable city is a city for all.” (D. Hahlweg, 1997. The City as a Family)
LATAR BELAKANG
Masyarakat kota, khususnya Kota Bandung pada dasarnya memiliki tingkat kenyamanan yang beragam terhadap elemen kota. Tidak seluruh golongan masyarakat merasa bahwa Kota Bandung merupakan kota yang tidak nyaman, kecuali yang bersinggungan langsung terhadap harkat hidup mereka masing-masing. Hal ini dinyatakan setelah peninjauan langsung terhadap responden di seluruh golongan masyarakat Kota Bandung. Beberapa hasil peninjauan menyatakan bahwa, keadaan yang tidak ideal tidak selamanya menjadikan masyarakat tidak nyaman akan elemen kota tersebut. Keadaan ini dapat diakibatkan oleh minimnya pengetahuan masyarakat dan stakeholder kota tentang potensi elemen kota yang dapat ditingkatkan menuju Bandung livable city.

Kampung kota, jalur sepeda, taman, ruang publik, transportasi publik, bangunan bersejarah, komunitas-komunitas di Bandung, manusia yang semakin sibuk sehingga tingkat stress dan individualisme meningkat, merupakan isu-isu yang sedang berkembang di masyarakat Kota Bandung. Dari isu-isu yang ada kami menarik benang merah bahwa inti permasalahannya adalah kebutuhan masyarakat akan sebuah kota yang nyaman (livable city). Hal ini dikarenakan elemen kota yang pertama kali bersentuhan langsung dengan masyarakat itu berwujud fisik, elemen-elemen ini akan mendukung meningkatnya kualitas kota dan menuju kota yang berkelanjutan. Sebelum semuanya menuju kepada kota yang berlanjutan maka harus melalui proses nyaman terlebih dahulu dari tiap-tiap elemennya. Maka dari itu, diambilah tema besar: Bandung menuju Livable City, dengan nama acara ‘Gaung Bandung’ dan tagline ‘The sound for livable city’.
Menyambut ulang tahun ke-60 (Lustrum ke-XII) Ikatan Mahasiswa Arsitektur Gunadharma, Institut Teknologi Bandung (IMA-G ITB) yang telah terbentuk sejak 15 November 1951, acara Gaung Bandung ini akan menjadi puncak dari acara-acara ulang tahun IMA-G ITB sebelumnya yang mengedepankan isu ruang terbuka publik, di antaranya Live for Life (2007), Bandung 45° (2008), Ulik Publik (2009), dan RujaKota (2010).

Livable City?
Livable city adalah istilah untuk menggambarkan sebuah lingkungan suasana kota yang nyaman sebagai tempat tinggal maupun sebagai tempat untuk beraktivitas, baik dilihat dari aspek fisik atau nonfisik.

Kriteria penentu livable city diantaranya meliputi: kualitas penataan kota, jumlah ruang terbuka, perlindungan bangunan bersejarah, ketersediaan angkutan umum, kualitas kondisi jalan, kualitas fasilitas pejalan kaki, fasilitas kesehatan, pendidikan, rekreasi, tingkat aksesibilitas tempat kerja, tingkat kriminalitas, interaksi hubungan antar penduduk, informasi pelayanan publik, dan ketersediaan fasilitas kaum berkebutuhan khusus.

Berdasarkan kriteria di atas, Bandung masih jauh dari livable city yang kita inginkan. Meskipun demikian, sebenarnya Bandung memiliki potensi untuk menjadi livable city. Karena itu, melalui rangkaian acara Gaung Bandung yang akan dimulai dari Bulan Juni dan berakhir pada Bulan November, kami ingin membangkitkan semangat di kalangan masyarakat untuk menuju Bandung sebagai livable city. Batasan livable city yang akan kami intervensi adalah ruang publik yaitu ruang terbuka hijau dan koridor jalan yang merupakan tempat bertemunya semua elemen kota.
GAUNG BANDUNG
Gaung Bandung
– the sound for livable city

Menurut KBBI:
Gaung = gema, kumandang

Gaung Bandung yang bertemakan livable city ini bermaksud untuk mengajak seluruh elemen masyarakat kota untuk menyuarakan dan bergerak membentuk Kota Bandung yang nyaman.

Gaung berarti juga suara yang memantul sebagian, jadi saat kita (termasuk masyarakat) meneriakan Bandung akan kembali kepada kita dalam bentuk ‘dung’, jadi sebagian suara yang kembali pada kita dianalogikan sebagai manfaat bagi kita dan sebagian lainnya menjadi manfaat yang ditinggalkan untuk kota menuju kota yang lebih baik.

TUJUAN KEGIATAN
  • Mensosialisasikan kota yang nyaman pada masyarakat
  • Mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam membentuk kota yang lebih nyaman
  • Membuat masyarakat kota, khususnya Bandung agar memiliki kesadaran akan kota yang nyaman
  • Memperingati 60 tahun berdirinya IMA-G ITB

Gaung Bandung merupakan rangkaian acara selebrasi ulang tahun IMA-G ITB yang berbeda dari ulang tahun-ulang tahun IMA-G ITB sebelumnya. Acara ini ditujukan untuk menjadi bahan refleksi, apresiasi, dan juga menjadi saat pemberian kontribusi bagi masyarakat sekitar.

Gaung Bandung terbagi menjadi 2 bagian besar acara, yaitu Bakti dan Selebrasi. Bakti secara umum adalah perwujudan keilmuan arsitektur kepada masyarakat Kota Bandung. Acara Bakti terbagi lagi menjadi 3, yaitu Refleksi Kota, Bandung Tanda Tanya, dan Teriakkan Aksimu yang masing-masing memiliki acara-acara lain di tiap bagiannya. Sedangkan Selebrasi merupakan acara yang dirancang khusus untuk anggota IMA-G ITB, yaitu Temu Alumni, Pameran Napak Tilas IMA-G, dan Gunadharma-Nite (G-Nite).

Ikuti perkembangan Gaung Bandung di website ini.

Similar post: Tentang Lustrum XII